Ada batasnya

Rutinitas setiap manusia berbeda-beda. Problematika yang dihadapi pun pasti berbeda. Solusi berbagai problem pun mempunyai perbedaan dalam proses dan akhir penyelesaiannya.

Namun, itu semua memiliki kesamaan di dalam kesadaran menjalani kehidupan di muka bumi ini. Manusia memiliki kebutuhan hidup, manusia memiliki tanggungjawab dalam kehidupan, dan manusia memiliki cita-cita / tujuan dalam kehidupan ini.

Setiap manusia diberikan talenta/kemampuan diri. Anugrah terbesar yang diberikan Tuhannya. Manusia diberikan akal untuk berfikir, dan diberikan nafsu untuk bisa merasakan di kehidupan ini. 

Akal digunakan untuk mengasah ilmu yang dimiliki sehingga bisa dijadikan modal utama dalam berdiskusi, berkarier, berdagang, dan ber- usaha lainnya. Itu semua tak sempurna jika tidak ada nafsu pada setiap tubuh manusia. Nafsu inilah yang sering menjadi penyemangat untuk mencapai kesuksesan ataupun sebaliknya menjadi batu sandungan dalam menggapai cita-cita.

Semua ada batasnya, dan semuanya harus dapat saling memahaminya (antara akal dan nafsu). Dalam sebuah forum diskusi harus mendinginkan kepala (akal) walaupun hati panas (nafsu), dalam berkarier harus bisa memahami situasi dan berhati-hati dalam menyelesaikan suatu pekerjaan (akal) namun juga harus bersikap toleransi dan bekerjasama dengan sesama rekan kerja dengan tidak menjelekkan ataupun menjatuhkan (nafsu), begitupula dalam berdagang/berbisnis harus cermat mengamati peluang yang ada (akal), namun ada batasan emosional agar tidak serakah dalam memonopoli suatu usaha (nafsu), dan lainnya.

Semua sangat sempurna jika dilihat dan diamati, semuanya sudah tercatat dan indah jalannya sesuai skenario dari Sang Pencipta. Semuanya harus seimbang dan proposional, karena satu hal yang menjadi kunci kesuksesan seseorang, hakikatnya pandai-pandailah manusia untuk bersyukur dalam setiap doa dan harapan kepada Tuhan.

Bila engkau sudah bekerja sungguh-sungguh, beristirahatlah sejenak, tinggalkan pekerjaanmu. Bila engkau terus-menerus bekerja, niscaya itu akan membuatmu tumpul dalam menilai hasil karyamu. Ambillah jarak dengan pekerjaanmu, amat-amati dari jauh sehingga segala kekurangannya akan lebih mudah dilihat dan disempurnakan – Leonardo da Vinci

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s