Mampukah menghadapinya?

Manusia selalu diberikan waktu untuk memperbaiki dan terus memperbaiki dirinya menjadi lebih baik. Detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari … sampai … dari tahun ke tahun.

Memperbaiki spiritual pribadi, memperbaiki taraf kehidupan bahkan sampai dengan memperbaiki amal dan kebaikannya. Hakikatnya ditujukan bagi dirinya sendiri, bukan untuk keluarga, bukan untuk pasangan hidupnya, bahkan bukan buat manusia lainnya yang bukan orang terdekat. Bagi dirinya, dan semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhannya.

Namun, terkadang bahkan sering terjadi dijumpai kegagalan dalam prosesnya. Apakah hal tsb hanya sebagai ujian? Ataukah hal tsb merupakan pilihan terbaik dari Tuhannya? 

Kegagalan tetaplah sebuah kegagalan dalam kata lain tidak berhasil mencapai sebuah tujuan. Hal itu adalah poin utama yang menjadi sebuah kenyataan yang harus diterima dan di hadapi. Diterima dengan keikhlasan dan harus dihadapi dengan semangat dan ketabahan yang takkan pernah sirna.

Inspirasi dari seorang motivator dunia, Benjamin Barber, beliau mengatakan bahwa kegagalan :

  • akan mengajarkan seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih rendah hati. Menyadarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, dan memberikan pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang tak terkalahkan
  • akan mengajarkan seorang manusia untuk mengevaluasi dan mengoreksi segala tindakan yang t’lah diperbuat, memberikan kesempatan untuk mencoba alternatif arah kehidupan yang baru
  • akan mengajarkan seorang manusia bahwa segala sesuatu yang diinginkan tidak selalu bisa diperoleh, bahkan ketika segala sesuatunya telah dilakukan dengan benar
  • akan mengajarkan seorang manusia tentang kekuatan diri. Hal ini akan menantang diri untuk lebih menggali potensi-potensi yang ada pada diri
  • akan mengajarkan seorang manusia tentang ketekunan. Manusia akan dihadapkan pada berbagai pertanyaan akan berhenti atau akan menjadi lebih tekun dan tetap berusaha mencapai tujuannya
  • akan mengajarkan seorang manusia bahwa ternyata KITA dapat bertahan dalam kekalahan

Semuanya kembali kepada pribadi masing-masing, mampukah menghadapi dan melewati segala kegagalan yang sudah terjadi, saat ini terjadi atau bahkan yang akan terjadi di hari esok? Mampukah …. ?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s