Berani lupakan yang t’lah berlalu

Keberanian adalah kemampuan untuk berdiri dan menyuarakan pendapat, namun keberanian adalah juga kemampuan untuk duduk diam dan mendengarkan – Winston Churchill

Seringkali seseorang takut untuk mengakui ketidaktahuan atas jawaban dari pertanyaan. Tidak ada keberanian mengemukakan jawaban yang tidak diketahui semata-mata karena malu. Padahal hanya cukup menjawab,”Saya tidak tahu tapi saya akan cari jawabannya“. Ingatlah, tak ada orang yang akan mempersalahkan bila jawabannya seperti itu. Sebaliknya mereka malah akan menghargainya dan terlepaslah beban hidup selama ini.

Tak seorangpun pernah hancur karena beban satu hari. Akan tetapi, bila beban hari esok ditambahkan pada beban hari ini, maka beratnya akan lebih daripada yang dapat ditanggung oleh seorang diri saja.

Dikisahkan dalam sebuah kisah spiritual, ada 2 orang rahib sedang berjalan kaki. Jalanan yang harus ditempuh adalah licin dan penuh lumpur. Ditengah jalan mereka melihat seorang wanita cantik yang harus melewati kubangan lumpur, namun wanita tsb kelihatan sangat ragu untuk melakukannya.

Rahib yang lebih tua lalu membopong wanita itu dan kemudian mereka bertiga menyeberangi kubangan tsb. Sampai di jalan yang kering, sang rahib tua lalu menurunkan wanita tsb dengan sopan. Kemudian kedua rahib membungkukkan badan dengan hormat dan melanjutkan perjalanannya.

Singkat cerita, mereka berjalan melintasi lembah, sungai, hutan lebat, dan sepanjang perjalanan rahib yang lebih muda terus berdiam diri. Berjam-jam telah berlalu, sampai akhirnya rahib yang muda berkata kepada sang rahib tua,”Engkau tahu kan, sebagai rahib kita tidak dibolehkan menyentuh wanita?

Rahib yang lebih tua hanya tersenyum dan berkata,”Saudaraku, perempuan tadi sudah aku turunkan berjam-jam yang lalu, tapi mengapa engkau masih terus membopongnya?

Keberanian meninggalkan peristiwa suka maupun duka yang telah terlewati akan menghilangkan beban hidup untuk melangkah ke yang lebih baik. Masa lalu janganlah terus diingat dan menjadi hambatan langkah kehidupan di depan mata. Tinggalkan dan kenanglah sebagai peristiwa pendewasaan diri.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s