Hakikat Ikhlas

Ikhlas menurut orang Sufi ada 2 macam :

  1. ikhlas dalam berbuat, dan
  2. ikhlas dalam menuntut imbalan dari perbuatannya

Ikhlas dalam berbuat, ialah motif dalam perbuatan itu hanya untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya, membesarkan nama -Nya dan menunaikan seruan -Nya, yang demikian itu hanya lahir dari iman yang kuat. Dan lawan dari ikhlas adalah nifak, yaitu mendekatkan diri selain Tuhan Sang Maha Pencipta.

Ikhlas dalam menuntut imbalan, ialah yang menjadi pendorongnya dalam berbuat baik itu semata ingin mencapai kebahagiaan akhirat, dan sebagai lawannya adalah raja’, yaitu keinginan mendapatkan imbalan di dunia dengan memperbuat perbuatan akhirat, dan imbalan ini mungkin dari Tuhan dan mungkin juga dari manusia.

Ikhlas dalam berbuat yang menyebabkan sesuatu perbuatan menjadi ibadah dan ikhlas dalam menuntut imbalan, menyebabkan ibadahnya diterima dan diberi pahala berlipat ganda. Sedang nifak yang menyebabkan sesuatu perbuatan keluar dari perbuatan ibadah dan riya’ yang menyebabkan perbuatan tadi tertolak.

Ketahuilah, segala perbuatan menurut orang Sufi terbagi kepada tiga macam, yaitu :

  1. perbuatan yang harus ada dalam memperbuatnya kedua bentuk ikhlas seperti dalam ibadah lahiriah,
  2. perbuatan yang sama sekali tidak diperlukan ikhlas, seperti perbuatan-perbuatan yang menunjukkan kebolehan, 
  3. dan dalam perbuatan ibadah batiniyah hanya memerlukan satu macam ikhlas saja yaitu ikhlas dalam berbuat.
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s