Kecintaan dan Kerelaan

Jika seseorang mencintai orang lain karena hal ini memberikan kesenangan, maka orang tsb hendaknya tidak dipandang sebagai mencintainya sama sekali. Sebenarnya cinta itu meskipun tidak dirasa, mengarah kepada kesenangan. Sumber kesenangan adalah obyek perhatian sekunder, dan ini dirasakan hanya karena rasa kesenangan itu tidak cukup baik terkembangkan bagi perasaan yang sebenarnya untuk dikenali dan diuraikan.

Kecintaan itu diikuti oleh kerelaan. Karena seorang pencinta selalu rela pada perbuatan-perbuatan orang yang dicintainya. Sedang kerelaan dalam keimanan mempunyai tonggak-tonggak yang kuat. Hal ini disebabkan seseorang percaya Tuhan Maha Bijaksana dan tindakan-tindakan -Nya berjalan sesuai dengan kehendak rahmat -Nya Yang Pengasih dan berjalan sesuai dengan kehendak -Nya Yang Penyayang.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s