Kemenangan sejati

Seorang Jenderal bisa mengalahkan semua musuhnya di medan peperangan, namun ia tidak bisa mengalahkan kebiasaannya mengkritik anggota keluarganya. Dia bisa mengontrol pasukannya, namun tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. 

Dia boleh menjadi pemenang di mata orang lain, namun pecundang di mata Tuhan. Dia bisa mengagumi dirinya sendiri karena tak seorangpun mampu menghadapinya, namun ia akan tetap terjungkal di hadapan lawan terakhir semua manusia, yaitu kematian. Karena itu, semua kemenangan sesungguhnya adalah kemenangan yang tidak utuh.

Bila engkau ingin melihat lembah naiklah ke puncak gunung, jika engkau ingin menyaksikan puncak gunung, terbanglah ke awan, tapi jikalau engkau ingin mengerti awan pejamkan matamu dan berfikirlah – Kahlil Gibran

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s