God Bless Us

Manusia ibarat debu-debu yang ditebarkan oleh angin, dihempaskannya pasrah. Seperti itu pula manusia sebagai hamba Tuhan, tunduk dan pasrah.

Tuhan adalah cahaya. Jiwa manusia adalah percik dari cahaya Tuhan yang diambil -Nya ketika penciptaan sehingga memungkinkan kelak akan kembali.

Buih-buih di lautan adalah manusia dalam samudera kehidupan. Ketika angin berhembus menimbulkan gelombang buih-buih itu lenyap, seakan-akan mereka tidak pernah ada. Seperti itu pula hidup manusia yang dilenyapkan oleh kematian.

Dahaga menghantarkanmu menuju anak sungai, lapar menuntunmu menuju perjamuan. Dalam kerinduan itu engkau akan menemukan Anak Manusia. Sebab rindu adalah mata air ektase dan jalan menuju Bapa Kahlil Gibran

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s